KEGIATAN TAMBAHAN TIM KKN 41 DI DESA SEPULU

by 7:23 AM 0 comments
1. PENGABDIAN DI SD






         Salah satu pengertian pendidikan yang sangat umum dikemukakan oleh Driyarkara (1980) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa “Pendidikan adalah Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran , dan/ atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”.

        Tingkat satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan adalah sekolah dasar. Di sekolah inilah anak didik mengalami proses pendidikan dan pembelajaran. Dan, secara umum pengertian sekolah dasar dapat kita katakan sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan dasar yang mendasari proses pendidikan selanjutnya. Pendidikan ini diselenggarakan untuk anak-anak yang telah berusia 7 tahun dengan asumsi bahwa anak seusia tersebut mempunyai tingkat pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya. Pendidikan dasar memang diselenggarakan untuk memberikan dasar pengetahuan, sikap dan ketrampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar inilah yng selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri anak didik.
         Dari pemaparan penjelasan di atas tentang peranan penting proses belajar mengajar di SD, kami dari Tim 41 KKN Universitas Trunojoyo Madura melakukan pengabdian dengan cara berbagi ilmu di SD yang ada di tempat KKN kami yaitu Desa Sepulu Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan. Tim kami mengabdi membagi ilmu di dua sekolah dasar negeri di Sepulu yaitu SDN 1 Sepulu dan SDN 3 Sepulu. Setiap sekolah diisi oleh 6 orang anggota yang ditugaskan untuk mengabdi mengajar proses belajar kelas 4, 5, dan 6 selama dua minggu. Di mulai dari tanggal 19 Juli 2016 sampai 30 Juli 2016. Memang dari setiap 6 anggota yang diterjunkan di masing-masing sekolah, tidak semua anggotanya berjurusan di Fakultas Ilmu Pendidikan, tetapi semuanya dapat melaksanakan tugas berbagi ilmu dengan baik. Dengan ditunjangnya rasa ingin berbagi ilmu yang ikhlas dengan tinggi, serta dibantu oleh Bapak/Ibu wali Kelas. Tiap sepulang sekolah kita diberikan materi untuk mata pelajaran esok harinya. Jadi saat malam harinya kami mempersiapkan materi untuk proses belajar mengajar. Saat proses belajar mengajar pun, kami dilepas oleh wali kelasnya dikarenakan beliau-beliau telah mempercayakan sepenuhnya murid-murid kepada kami. Setiap kelas diisi oleh 2 anggota yang menjadi guru. Kepala Sekolah dan jajaran para guru menerima kami dengan hangat dan selalu menghargai keberadaan kami. Selain proses belajar mengajar di sekolah, setiap malam kami membuka belajar bersama untuk membantu para siswa-siswi apabila ada kesulitan dalam memahami pelajaran yang diterima atau pekerjaan rumah. Proses belajar bersama ini dimulai dari setelah isya jam 7 hingga jam 8. Akan tetapi bila pada malam itu ada rapat internal, rapat akan dimulai pukul 8 malam.

          Setelah 2 minggu proses belajar mengajar berlangsung suasana haru sangat kami kita rasakan dengan semua murid SD dan para staff guru. Khususnya para murid-murid, mereka banyak yang menangis saat kami mengucapkan kata perpisahan bila sudah tidak mengajar mereka kembali dan dikembalikan pada wali kelas mereka kembali. Hal itu lah yang membuat kami para anggota yang berbagi ilmu untuk mengabdi pada SD, merasakan kesan dan hikmah tersendiri dalam proses belajar mengajar. Baik yang menjengkelkan, membahagiakan, membuat tertawa, maupun yang mengharukan. Semoga kalian di masa yang akan datang dapat mempunyai niat mulia yaitu mengabdi untuk pendidikan Indonesia yang lebih cemerlang kembali. 

2. POSYANDU
 
Posyandu Bukan Hanya Untuk Mengukur Berat Badan Si Kecil


Kesadaran petugas kesehatan akan pentingnya posyandu bagi ibu hamil dan balita di desa Sepulu sangatlah tinggi. Ini terbukti dengan kegiatan rutinan posyandu yang diadakan setiap bulannya oleh ibu-ibu bidan yang bernaung dibawah PKK desa Sepulu lebih tepatnya masuk dalam Pokja 4 yaitu kesehatan yang diketuai oleh Bidan Yayan. Sebagai mahasiswa yang memiliki kewajiban untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, kami selaku mahasiswa KKN 41 yang sedang melakukan pengabdian di Desa Sepulu ini juga ikut berperan serta untuk membantu petugas kesahatan dalam melakukan kegiatan posyandu ini. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 21 Juli 2016 di dusun Jlauk dan juga pada tanggal 22 Juli 2016 di dusun Candi. Dalam kegiatan tersebut kami juga melakukan penyuluhan mengenai pentingnya posyandu untuk kesehatan ibu dan anak.

Dikutip dari departemen kesehatan RI. 2006, posyandu merupakan wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait. Sebagian besar masyarakat pada umumnya hanya menganggap jika posyandu hanyalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui perubahan fisik berupa berat badan balita, padalah pada kenyataannya posyandu tidak hanya sebagai tempat untuk mengukur berat badan si kecil.

Kegiatan pokok posyandu terdiri dari 5 macam, yaitu:

1.      KIA

Kesehatan ibu dan anak yang dimaksud yaitu pemeliharaan kesehatan ibu di posyandu berupa pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah serta imunasi TT terhadap ibu hamil. Untuk kesehatan anak dilihat melalui catatan rutin perkembangan anak melalui berat badan dan juga tinggi badan balita.

2.      KB

KB atau keluarga berencana merupakan kegiatan penting yang wajib diselenggarakan oleh posyandu untuk membantu penurunan perkembangan penduduk yang selalu meningkat setiap periodenya. Kegiatan ini dilakukan dengan cara pemberian pil KB, suntik KB dan juga pelayanan kontrasepsi kondom.

3.      Imunisasi

Kegiatan imunisasi ini ditujukan kepada balita berusia 0-1 tahun. Macam-macam imunisasi yang dapat diperoleh dari posyandu untuk kesehatan balita diantaranya:

·         BCG untuk mencegah penyakit TBC

·         DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus

·         Polio untuk mencegah  penyakit kelumpuhan

·         Hapatitis B untuk mencegah penyakit Hepatitis B atau penyakit kuning

4.      Peningkatan Gizi

 Peningkatan gizi balita diposyandu berupa penyuluhan tentang ASI, status gizi balita, MPASI, imunisasi, Vitamin A, stimulasi tumbuh kembang anak dan diare pada balita

5.      Penanggulangan diare

Penyediaan oralit dan juga memberikan penyuluhan penanggulangan diare oleh kader posyandu merupakan kegiatan yang bertujuan untuk penanggulangan diare.

            
Melihat peran posyandu untuk kesehatan ibu dan juga anak sangatlah penting maka kunjungilah secara rutin posyandu yang ada, agar kesehatan ibu dan juga anak sebagai penerus bangsa dapat selalu terjaga. 


2. Kegiatan bersama Ibu-ibu PKK

          Desa sepuluh adalah salah satu desa yang letaknya berdekatan dengan kecamatan Sepuluh sehingga masyarakat desa sepuluh  berdekatan dengan fasilitas umum seperti puskesmas, Kapolres dan pusat perbelanjaan. Desa Sepuluh bisa dikatakan sebagai desa yang cukup maju karena selain fasilitas umum yang sudah tersedia juga organisasi PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) sudah aktif kembali yang sempat vakum beberapa tahun. Berbicara mengenai PKK yang ada di Desa Sepuluh, membuat kami kelompok KKN 41 Universitas Trunojoyo Madura ingin membahas secara mendalam terkait PKK yang ada di Desa Sepuluh Kecamatan Sepuluh Kabupaten Bangkalan Madura. PKK di Desa Sepuluh sudah berdiri sejak tahun sembilan puluhan yang dimotori oleh  istri kepala desa pada saat itu, akan tetapi setelah pergantian kepala desa, PKK yang ada di desa Sepuluh sudah tidak lagi berjalan bahkan vakum sehingga kepengurusannya diambil alih oleh Desa Prancak (Desa yang berdekatan dengan Desa Sepuluh) karena kantor PKK terletak di Desa Sepuluh maka PKK antara Desa Sepuluh dan Desa Prancak digabung dan menjadi PraSpul (Prancak - Sepuluh). Akan tetapi pada PILKADES selanjutnya yaitu pada bulan Juni 2015 yang akhirnya dimenangkan oleh Bapak H. Mahmud Tabrani, SE. yang menjabat sebagai Kepala Desa sampai saat ini. Setelah pelantikan Kepala Desa pada bulan Juli, barulah pada bulan September PKK Desa Sepuluh mulai aktif kembali yang dimotori oleh Ibu Asyifa selaku adik dari istri Kepala Desa yang saat ini menjabat sebagai sekretaris PKK Desa Sepuluh. dengan tekad yang bulat, beliau menggerakkan kembali kelompok PKK Desa Sepuluh yang disambut dengan respon positif oleh warga Sepuluh. Karena banyak warga khususnya para perempuan yang ikut serta (aktif) dalam kegiatan PKK ini maka dibentuklah struktur kepengurusan yang terdiri dari Ketua, Wakil, Sekretaris, Bendahara dan beberapa PokJa (Kelompok Kerja). Adapun strukturnya sebagai berikut : Ketua : Hj. Aisyah Mahmud selaku Ibu Kepala Desa, Wakil : Riska, Sekretaris : Asyifa, Bendahara : Hj. Nur Layla. Yang membawahi beberapa PoKJa yaitu:

PokJa I : yang dikoordinatori oleh Nur Jamalah sebagai penanggung jawab masalah Keagamaan (Pengajian). Pengajian ini biasanya laksanakan setiap minggu dengan sistem kocok sehingga bagi siapa yang namanya keluar maka dia yang menjadi tuan rumah pengajian  selanjutnya, selain itu penanggung jawab keagamaan juga mempunyai group hadrah untuk menjadi pengiring saat solawatan.

POkJa II : yang dikoordinatori oleh Mufarrohah sebagai penanggung jawab masalah Pendidikan.

PokJa III : yang dikoordinatori oleh Lisma Ningsih sebagai penanggung jawab masalah tataboga dan make up/tata rias. Kegiatan tataboga ini biasanya dilakukan secara esidentil di kantor PKK yaitu di balai desa Sepuluh seperti pelatihan pembuatan makanan, seperti pelatihan pembuatan abon ikan dan seperti  yang telah di laksanakan oleh tim KKN 41 yang bekerjasama dengan ibu - ibu PKK tentang demo pembuatan kerupuk beras rasa ikan tongkol.

PokJa IV : yang dikoordinatori oleh Bidan Yayan sebagai penanggung jawab masalah Kesehatan. Kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan ini biasanya dilakukan oleh para Bidan yang bekerjasama dengan Puskesmas kecamatan Sepuluh seperti adanya POSYANDU di setiap Dusun setiap bulan, senam Lansia yang juga diadakan setiap bulan serta penyuluhan - penyuluhan kesehatan lainnya.

Sampai saat ini kelompok PKK Desa Sepuluh terus berjalan bahkan pernah mengikuti lomba sholawat ke Malang Jawa timur.
 


3. MMD (Musyawarah Masyarakat Desa Sepulu)

 

          Musyawarah masyarakat desa yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal  dua agustus 2016  di balai desa desa sepulu kecamatan sepulukabupaten  Bangkalan ini telah berjalan dengan lancar. Tokoh masyarakat, tokoh organisasi dan teman-teman KKN 41 telah hadir ditengah-tengah pelaksanaan MMD berlangsung, mereka semua yang hadir telah memberikan berbagai aspirasi atau pendapatnya tentang berbagai masalah yang ada di desa. Acara ini tentunya dibuka oleh bapak kepala desa yang bernama H. Mahmud Tabrani SE dan dalam masa kepemimpinanya beliau inilah MMD yang pertama kali dilaksanakan karena baru menjabat selama kurang dari setahun.

          Sepulu ini adalah desa yang memiliki empat dusun, yaitu lebak barat, pesisir, candi dan jlau’ dari keempat dusun yang ada tiga dusun memiliki fasilitas kesehatan dengan baik, disana juga ada polindes yang dipimpin oleh ibu Sipati,SST dan ibu Kusmiyati, SST, untuk poskesdes ada ibu Sulfah,Amd.Keb.
          Sebelum acara memberikan berbagai aspirasi dan pendapat oleh dari pihak yang hadir, tim survei melakukan survei kepada warga sepulu untuk mencari informasi tentang berbagai masalah yang ada dan belum terselesaikan. Survei ini dilakukan pada tanggal 28 juli 2016 sebanyak lima orang. Hasil survei yang ditemukan oleh tim survei yang pertama adalah masih banyak masyarakat yang tidak memberikan ASI eksklusif. (dari 30 bayi yang ada(januari – juni 2016) hanya 5 bayi yang diberikan ASI secara eksklusif.). untuk masalah yang kedua adalah masih banyak masyarakat yang BAB di sembarang tempat, dan ini data yang telah ditemukan ( jumlah keluarga yang memiliki WC sebanyak 30%) dan jumlah warga yang tidak memiliki WC sebanyak 70%).
          Dari berbagai masalah yang ada dan yang menjadi prioritas di pembahasan MMD ini adalah masih banyak masyarakat yang BAB di sembarang tempat. Dari berbagai bentuk aspirasi dan opini peserta MMD menyimpulkan dengan pemecahan masalah yang pertama dengan cara aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak BAB di sembarang tempat, memberikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan untuk mengubah perilaku masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat, membuat dan menentukan jadwal dan petugas penyuluh, penyuluhan diberikan melalui pengajian rutin,muslimat NU dan posyandu, melakukan advokasi kepada  kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh organisasi dan tokoh agama, meningkatkan peran serta masyarakat dengan pembuatan jamban secara bergotong royong dan bergilir dengan swadaya masyarakat.
 

4. Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Sepulu



Desa sepulu termasuk Desa yang cukup maju, karena desa ini terletak dekat dengan kecamatan Sepulu. Sehingga pendidikan di Desa Sepulu juga cukup memadai. Di Desa sepuluh terdapat beberapa jenjang pendidikan tanpa terkecuali pendidikan anak usia dini atau yang biasa disebut dengan PAUD. Pendidikan anak usia dini di desa sepuluh terdapat taman kanak-kanak atau Radhatul Athfal.
            Di Desa Sepulu terdapat empat Taman kanak-kanak yaitu TK Dharma Wanita Persatuan, TK Islam Terpadu, TK Assirojiyah, serta TK Muslimat NU Masyitoh dan 1 Raudhatul Athfal yaitu RA Al-Fuadi. Dalam program kerja tim KKN 41 terdapat program kerja UTM berbagi ilmu. Program ini merupakan program dimana anggota terjun kelapangan untuk mengajar di sekolah. Salah satu sekolah yang di gunakan untuk mengajar yaitu TK Dharma Wanita Persatuan 1 Sepulu. Program mengajar di TK ini berlangsung selama tiga minggu mulai tanggal 19 Juli 2016 sampai dengan 05 Agustus 2016. Sambutan dari guru dan kepala sekolah sangat baik, mereka sangat menerima dan memberikan waktu kepada kami untuk mengajar dan membagikan ilmu yang telah kami dapatkan ketika belajar di kampus. Dan selalu mengingatkan ketika apa yang kami lakukan terdapat kesalahan.
Kegiatan yang dilakukan di TK ini yaitu mengajar serta senam bersama. Senam bersama dilakukan pada tanggal 05 Agustus 2016 sebagai penutupan dari kegiatan penutupan UTM beragi ilmu di TK Dharma Wanita Persatuan 1 di Desa Sepuluh. Senam bersama ini di ikuti oleh seluruh siswa, guru serta beberapa anggota KKN 41. 


indahnuraini

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net